Konsultasi & Artikel Psikologis

SERING GAGAL MENJALIN HUBUNGAN DENGAN PASANGAN

Sebelumnya terimakasih atas bantuanya untuk bisa berbagi permasalahan di sini. Saya perempuan berusia 31 tahun dan belum menikah. Saya termasuk orang yang sulit untuk jatuh cinta, tetapi ketika mencintai seseorang saya cenderung untuk memperjuangkan dan mempertahankan. Saya dua kali dekat dengan cowok yang saya berharap bisa membina hubungan serius. Akan tetapi keduanya gagal manakala saya mengutarakan maksud saya yang sebenarnya dan saya tidak tau apa yang harus saya lakukan. Rasanya saya ingin menyerah saja karena capek. 081325XXXXXX

Jawaban :

Ananda yang tersayang, semakin dewasa semakin kita bisa belajar banyak hal, termasuk masalah perasaan. Setiap manusia dewasa pastinya akan mengalami hal yang satu ini yakni sulit jatuh cinta.. Uniknya, semakin dewasa semakin sulit memilah pasangan. Padahal saat dewasa dan ketika logika sudah mulai tajam seharusnya kita bisa melihat siapa saja yang bisa mencintai dan kita cintai. Tapi sebab logika ini juga mungkin kita menjadi lebih selektif ketika memilih dan pada akhirnya justru rasa cinta itu hilang sejalan dengan logika yang terus mengikis rasa. Ada beberapa cara yang mungkin bisa membantu ananda, yaitu:

  • Intropeksi diri, dengan mengenal diri sendiri  dimana waktu untuk menilai diri sendiri dan memasang cermin untuk melihat seberapa baik atau buruk untuk kita sendiri ataupun untuk orang lain.
  • Memahami perasaanmu, yang sesungguhnya bisa jadi petunjuk untukmu menemukan titik temu. Kalau sudah mengetahui apa bentuk perasaanmu, setidaknya ananda bisa menemukan cara untuk menuntaskannya.
  • Percaya Diri, dimana anda yakin atas kemampuan diri sendiri serta memiliki pengharapan yang realistis, bahkan ketika harapan anda tidak terwujud maka anda akan tetap berpikiran positif dan dapat menerimanya.
  • Memperluas pergaulan, jangan membatasi diri anda hanya pada teman sekantor. Perluas jaringan sosial melalui komunitas, media sosial atau bertemu dengan orang baru di dekat tempat tinggal anda.
  • Mencoba membuka hati, kembali membuka hati akan membawa kehidupan baru yang jauh lebih baik dari apa yang anda tahu.

Dijawab oleh : Dra. Nani Kartikaningsih, Psi

KETIDAK SEPAHAMAN ANAK DAN ORTU MENGENAI MASA DEPAN

Selamat siang, saya sedang bermasalah dengan keluarga saya. Entah harus bagaimana saya menyikapinya, kronologinya seperti ini: saya dipaksa untuk kuliah, sedangkan keinginan dan cita-cita saya menjadi pelaut, tetapi orang tua saya tidak mengijinkan saya menjadi pelaut, dan pada akhirnya saya terpaksa mengikuti kemauan orang tua untuk kuliah. Beban, sulit, dan tidak nyaman saya menjalani kuliah, pada akhirnya saya menjadi jauh dengan keluarga, saya merasa ga nyaman dekat dengan mereka, sampai saya menjadi berbohong. Saya sudah beri tahu mereka bahwa saya ga bisa terus jalani, karena tidak sehati dengan kemauan saya. Sudah berkali-kali saya bilang saya nyerah tetapi tetap tidak diijinkan. Saya bingung, saya ga tau harus bagaimana lagi, jalan hidup saya sudah tidak jelas adanya. Tolong bantu saya selesaikan masalah ini, harus seperti apa saya ini? 087566XXXXXX

Jawaban :

Salam hangat Ananda yang sedang mengalami kegundahan antara keinginan dan keputusan orang tua, kadang dalam hidup ini semua hal tidak berjalan sesuai yang kita inginkan. Faktor penyebabnya bisa bermacam-macam. Salah satunya, karena orang tua kita tidak merestui apa yang kita lakukan dan inginkan. Orang tua akan selalu berusaha memberikan yang terbaik untuk anaknya. Meskipun kadang keputusan mereka belum tentu tepat dan terkesan "paling benar" dalam menentukan jalan hidup anaknya. Sedangkan si anak juga ingin meraih impian yang menurutnya terbaik, meskipun kadang harus beradu argumen untuk meyakinkan orang tuanya demi mendapatkan restu mereka. Percayalah, sesungguhnya tak ada satu orangtua pun yang dengan sengaja menjerumuskan anaknya dalam jurusan pendidikan yang salah. Mereka hanya ingin agar kamu mendapatkan masa depan terbaik, berbanding lurus dengan besarnya biaya kuliah yang telah mereka korbankan.

Cara yang dapat anda lakukan :

  • Berkomunikasi dengan orang tua, buatlah mereka percaya bahwa kamu memang memiliki keyakinan dan usaha yang tinggi untuk mencapai apa yang kamu cita-citakan itu.
  • Menjalani dan menyelesaikan kuliah yang telah dimasuki. Anda harus serius menjalani jurusan yang diinginkan oleh orangtua dengan adanya kemampuan, tekad, dan teruskan doa-doamu.
  • Mencari hobi baru yang mungkin bisa membantu anda untuk tetap semangat dan mengalihkan rasa kecewa atau stres anda.
  • Mencari teman atau pacar agar anda termotivasi dan memiliki semangat untuk menjalani serta menyelesaikan kuliah anda, bisa saja anda bisa memiliki teman untuk cerita atau mencurahkan apa yang anda alami setiap hari.
  • Berdiskusi dengan orang yang lebih berpengalaman, jadi anda dituntut untuk melibatkan orang ketiga dalam kehidupan anda, anda bisa meminta bantuan dan berdiskusi dengan orang yang lebih berpengalaman dalam masalah yang anda alami, seperti Psikolog.

Dijawab oleh : Dra. Nani Kartikaningsih, Psi


KELAINAN SEKSUAL DAN BULLYING

Saya seorang mahasiswa di Jawa Tengah berusia 20 tahun, selama ini saya lebih tertarik kepada pria sejak kecil, sejak kecil saya suka dibully dengan kata” bencong dan lain-lain, karena tindakan saya yang kurang tegas, saya ingin bertanya apakah gay bisa disembuhkan, apa yg harus saya lakukan untuk bisa sembuh? Mohon bantuanya. Terima kasih.

Jawaban :

Ananda tersayang, banyak faktor menyebabkan seseorang menjadi gay. Kondisi biologis sejak dilahirkan atau kondisi sosial yang menyebabkan seseorang ikut terpengaruh. Bisa juga disebabkan oleh perubahan hormonal yang menyebabkan seseorang awalnya heteroseksual berubah menjadi homoseksual.

Di psikologi yang dipergunakan adalah istilah "perlakuan/treatmen." Kalau seseorang merasa tidak nyaman dengan homoseksual dan mau berubah menjadi heteroseksual, psikolog bisa membantu dengan cara konseling. Selain konseling, bisa juga dengan terapi.

Cara Mengatasi:

Konseling dan terapi

Bisa sembuh namun agak sulit. Terlebih kalau penyebab orientasi seksual karena hormon, kondisi neuropsikologis, atau biologis.

  • Bila penyebabnya karena ikut-kutan, bisa ditreatmen oleh diri sendiri dengan niat yang kuat untuk berubah serta sungguh-sungguh konsisten (istiqamah) dalam perubahan diri Anda.
  • Berusaha melakukan kegiatan dan aktifitas khas laki-laki, misalnya olahraga karate atau bergabung dengan komunitas kegiatan laki-laki
  • Lebih mendekatkan diri pada Tuhan Yang Maha Esa.
  • Jangan sering menyendiri, minta dukungan keluarga dan orang terdekat serta tetap bergaul dengan masyararat. Peran keluarga sangat dibutuhkan dan berperan penting dalam proses perubahan menjadi lebih baik.

Dijawab oleh : Dra. Nani Kartikaningsih, Psi

Self Talk

Saya berusia 27 tahun dan mempunyai kebiasaan aneh, yaitu suka berbicara sendiri atau berbicara dengan bayangan saya di kaca seolah-olah saya tidak sendirian di kamar itu. Kadang-kadang saya berkhayal sedang mengobrol dengan orang lain, misalnya dengan sepupu atau teman-teman saya, atau orang lain, atau kadang-kadang saya berkhayal mempunyai saudara kembar. Terus terang, sebenarnya saya mempunyai lumayan banyak teman untuk mengobrol tetapi kadang-kadang saya berpikir, mereka pasti memiliki urusan masing-masing, jadi lebih baik saya berbicara sendiri, seolah-olah sedang mengobrol dengan hatinurani saya. Ini saya lakukan tidak di dalam hati, saya ungkapkan sehingga seolah-olah saya sedang berbicara dengan orang lain. Biasanya setelah berbicara sendiri, kadang-kadang saya menemukan penyelesaian dari masalah yang sedang saya hadapi. Yang ingin saya tanyakan, apakah jiwa saya tergangu, apakah kebiasaan ini membahayakan? Bagaimana mengatasinya?

Jawaban :

Bagi ananda yang merasa suka berbicara dengan diri sendiri kondisi yang sebagian orang menyebutnya self talk itu memang terkesan aneh dan tidak biasa, bahkan mengundang orang lain untuk menganggap yang melakukannya adalah gila, namun tenang saja, berbicara seperti itu tidak bisa menjadi tolak ukur jika anda sedang mengalami gangguan kejiwaan. Kenyataannya kebiasaan ngomong sendiri juga mencerminkan hal positif lainnya.

Sebuah penelitian mengungkap bahwa suka bicara pada diri sendiri adalah salah satu tanda-tanda orang yang jenius. Sejarah menunjukkan bahwa para jenius seringkali melakukan monolog dengan diri mereka sendiri. Para pemikir seringkali mencari ide dan pemecahan masalah dengan bicara pada diri sendiri. Contohnya,  Albert Einstein suka ngomong sendiri, dia bahkan tak begitu suka bersosialisasi.

Berbicara sendiri itu membantu otak untuk mengatur berbagai macam pemikiran yang ada di kepala. Tak semua orang memiliki cara berpikir yang tertata.

Seringkali banyak masalah bercampur aduk dalam kepala. Berbicara sendiri membantu orang untuk memilah-milah pemikiran mereka sendiri. Berbicara pada diri sendiri membantu menjernihkan pikiran, menenangkan diri, dan membuat keputusan yang jelas di masa-masa sulit.

Jadi, jangan lagi minder jika ananda suka ngomong sendiri, atau ketika teman-teman mengejek kebiasaan tersebut. Ingat bahwa itu adalah mekanisme alami diri untuk membuat otak bekerja lebih maksimal.

Dijawab oleh : Dra. Nani Kartikaningsih, Psi

TELEPHONE