Peran Outbound dalam Psikologi | Hub. (024) 6732609
Januari 14, 2020
KECANDUAN GADGET
Juli 1, 2020

Kecemasan

Kecemasan itu apa sih? Nah, setiap orang pasti pernah merasakan cemas bukan? pastinya mereka bertanya, mengapa saya merasa cemas? Apakah aku gila, kalo aku cemas? Emm, sebenarnya tanpa disadari seseorang yang cemas merasa bahwa dirinya sedangmerasakan adanya ancaman atau merasa terancam sehingga orang tersebut mengalami opsi yang dikatakan kecemasan.

Kecemasan itu apa sih? Kecemasan pada umumnya merupakan sebuah gangguan jiwa/mental.Namun, yang perlu anda ketahui jika anda merasakan adanya kecemasan pada diri anda, jangan langsung menilai diri sendiri gila lhoo, hmmm.Anda amati dulu seberapa sering Anda merasakan kecemasan itu, terlalu seringkah Anda mengalami hal semacam ini? dan apakah Anda mengetahui alasan mengapa bisa merasakan cemas atau tidak?. Jika kecemasan yang Anda alami terlalu sering, berlebihan dan tanpa alasan yang kuat, Anda mungkin sedang mengidap gangguan kecemasan atau dalam istilah psikologi sering disebut dengan anxiety disorder. Kecemasan yang dialami seseorang dapat di kategorikan menjadi tiga tingkatan yaitu:(1) taraf rendah, (2) sedang, sampai pada (3) taraf tinggi atau akut.

Mengapa seseorang bisa dikatakan mengalami kecemasan, padahal sebelumnya belum pernah mengalaminya? Yah, bisa kita simak, kecemasan bisa saja muncul karena adanya peristiwa yang tidak diinginkan, seperti: kematian orang yang disayangi, perceraian, transisi masa sekolah, maupun dari kejadian bencana alam. Selain itu, faktor genetik dari keluarga yang juga memiliki gangguan kecemasan juga bisa menjadi penyebab atau pengaruh besar seseorang memiliki gangguan kecemasan. Kemudian seseorang yang memiliki gangguan kecemasan biasanya akan memunculkan perilaku, seperti: ingin berlindung dan bergantung atau ketergantungan dengan orang lain.

Gejala apa saja sih yang biasanya terjadi pada saat seseorang itu mengalami kecemasan? seseorang dikatakan mengalami kecemasan ditandai dengan ciri-ciri antara lain: penderita menunjukkan perasaan khawatir akan kehidupan yang dialaminya, sulit konsentrasi, gelisah, mudah sakit kepala, tegang, kurang santai dan mungkin saja sampai mengalami gemetaran. Seseorang yang mengalami gejala-gejala tersebut biasanya akan muncul reaksi fisik yang menyertai yaitu:(1) tubuh berkeringat, (2) jantung berdebar-debar, (3) nyeri lambung, (4) nyeri kepala ataupun mulut terasa kering. Nah, semua itu terjadi karena pola pikirnegatif yang sering dimunculkan seseorang terhadap sesuatu yang pada akhirnya menyebabkan munculnya perasaan terancam, sulit konsentrasi, hingga muncul perasaan khawatir terhadap hal-hal kecilyang sebenarnya tidak memiliki pengaruh besar terhadap dirinya.

Perlu Anda ketahui, bahwa kecemasan yang dialami oleh seseorang ada bermacam-macam jenisnya lho. Nih…

  1. Generalized anxiety disorder (GAD), kecemasan ini tergolong pada taraf kronis/akut yang ditandai dengan rasa khawatir dan tegang yang berlebihan. Kecemasan ini berlangsung secara persisten atau cenderung tidak terkendali. seseorang yang mengalami kecemasan ini bisa sangat gelisah meski dirinya tidak sedang berada dalam situasi yang menegangkan alias biasa-biasa saja. Rasa khawatir dan tegang yang berlebihan ini terkadang disertai dengan gejala fisik, seperti: gelisah, sulit berkonsentrasi dan bahkan kesulitan tidur di malam hari atau insomnia.
  2. Gangguan kecemasan sosial, adalah munculnya rasa takut atau gugup yang berlebih pada saat seseorang itu sedang berada di tengah-tengah banyak orang. Jika Anda mengalami kecemasan ini, gejala yang muncul yaitu Anda selalu merasa gugup dan takut saat berada di lingkungan baru hingga berkeringat dan merasa mual.
  3. Gangguan panik, gangguan ini muncul secara tiba-tiba dan berulang kali tanpa adanya alsan yang jelas. Pada umumnya, jika Anda mengalami gangguan panik ini akan muncul gejala fisik seperti: berkeringat yang berlebih, nyeri dada, sakit kepala, napas tersengal-sengal dan jantung berdebar-debar.
  4. Fobia spesifik, kondisi ini merupakan ketakutan yang berlebihan dan terus-menerus terhadap suatu objek, situasi atau aktivitas tertentu yang umumnya tidak berbahaya. Misalnya: fobia buah rambutan, badut, bulu, dan sebagainya.

            Apa yang harus dilakukan apabila seseorang mengalami kecemasan? Yang wajib dilakukan olehpenderita jika ingin menghilangkan kecemasannya yaitu: (1) perlu berpikir positif, menata ulang pikiran yang negatif menjadi pikiran yang positif, sehingga diharapkan secara maju dapat berpikir realistis dan hilang rasa cemasnya. (2) Diharapkan dapat mengarahkan tujuannya di objek yang disenangi, sehingga seseorang tersebut dapat merasa tenang dan relaks sehingga perlahan mampu menurunkan intensitas kecemasan yang dialami. (3) Apabila kedua langkah itu belum berhasil, cobalah konsultasikan dengan dokter agar diberikan resep untuk mengatasi kecemasan yang dialami.

Selain yang disebutkan diatas, cara untuk mengendalikan atau mengurangi kecemasan yang berlebihan dapat dilakukan beberapa hal seperti: (1) mengurangi makanan dan minuman yang mengandung kafein, karena kafein dapat memperburuk gejala gangguan kecemasan; (2) menjalankan pola makan yang sehat dan benar; (3) berolahraga teratur, seperti jogging, senam aerobik dan bersepeda, karena kegiatan ini dapat membantu melepaskan zat kimia otak untuk mengurangi stres dan memperbaiki suasana hati Anda; (4) cobalah tidur tepat waktu dan bicaralah dengan dokter jika mengalami gangguan tidur; dan (5) hindari mengkonsumsi minuman beralkohol, obat-obatan terlarang, obat-obatan yang memiliki efek samping yang dapat menambah kecemasan bila di konsumsi jangka panjang, dan kalau bisa jangan merokok ya karena bisa memperparah gangguan kecemasan yang Anda alami.

Sekian ulasan kali ini, semoga bermanfaat.

Dra. Nani Kartikaningsih, Psi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TELEPHONE