Kamu bikin candu, iya.. Aku kecanduan kamu “K-POP “

ODD (Oppositional Defiant Disorder)
September 16, 2020
LOKER BUMD PROVINSI JAWA TENGAH 2023
Desember 6, 2023

KECANDUAN K-POP

Black Pink, EXO, BTS, Super Junior, BIGBANG… Kenal?? Iya kenal dong itu kan termasuk dalam deretan K-POP. Kalian (penggemar) K-POP sudah pasti kenal bahkan paham betul dengan nama-nama boyband dan girlband itu. Kehadiran dari K-POP juga sudah menjalar dan merajai dunia musik di kawasan Asia terutama di Indonesia, mayoritas penggemarnya adalah remaja yang masih berstatus pelajar. Mereka cenderung lebih memilih dan menyukai K-POP Idol dari kebudayaan negeri Ginseng itu daripada memilih kebudayaan di negara sendiri. Tidak cukup hanya menyukainya saja, bagi yang sudah kecanduan dengan K-POP bukan hanya tahu nama lengkap dari anggota boyband atau girlband itu saja, mereka juga paham betul dengan tanggal lahir, makanan kesukaannya, bahkan jadwal konser hingga pernak-pernik exclusive yang belum dijual di pasaran pun kalian tahu bukan. Hmmm… ada juga yang meniru perilaku, cara bicara, dan bahkan meniru gaya berpakaian artis idolanya.

Buat adik-adikku semua, kalian boleh kok punya idola, tapi juga perlu diingat segala sesuatu yang berlebihan itu tidak baik. Menyukai idola atau apapun itu secukupnya saja. kebanyakan makan yang manis-manis saja bisa kena diabetes kan hmmm?. Kalian mau kalo lama-lama kecanduan trus harus di rawat di RS? Pastinya ngga mau kan…

Kalo gitu ngga boleh ya suka bahkan cinta mati deh sama K-POP?

Gini saja, batasi kecintaanmu terhadap K-POP itu. Membatasi bukan berarti kalian tidak diperbolehkan untuk menyukai budaya asing seperti misalnya kebudayaan dari Korea itu, tapi lebih baik kalau kalian bisa menyelektif dan mengetahui dampaknya bagi diri kalian. Dan lebih baiknya lagi, kalau kalian tetap melestarikan kebudayaan dalam negeri daripada kebudayaan luar negeri.

Lalu, apa dampaknya bagi diri kita? Dampak dari K-POP itu ada dua, positif dan negatif.

Dampak positifnya itu:

  1. Kalian bisa mengenal budaya asing, selain budaya yang ada di Indonesia;
  2. Kalian bisa belajar bahasa korea/negara lain yang kalian sukai;
  3. Menambah teman;
  4. Mengembangkan inspirasi;
  5. Mengajarkan kerja keras dan semangat dalam bekerja;
  6. mengembangkan potensi diri bagi yang suka dance.

Dampak negatifnya itu:

  1. Konsentrasi belajar menurun karena kalian hanya fokus sama K-POP mulu;
  2. Gangguan sosial, kehilangan minat untuk bersosialisasi dengan lingkungan;
  3. Gangguan Emosional dan Psikologis, seperti:
  • Celebrity Worship Syndrome, yaitu individu yang terobsesi kepada idola, tertarik pada kehidupan pribadi idola, dan menganggap idolanya akan menolongnya dari kesulitan. Penderita syndrome ini tidak rela jika idolanya dihina oleh orang lain. Tapi dalam bentuk yang berlebihan hingga ke tahap anarki.
  • Pembelian kompulsif, yaitu muncul sikap boros yang terus-menerus dengan jumlah yang sangat banyak hanya untuk membeli aksesoris, album dan semua yang berhubungan dengan sang idola tanpa memikirkan resikonya.
  • Delusi erotomania, yaitu keyakinan atau mengkhayal bahwa sang idola pun menyukai dirinya. Penderitanya akan melakukan tindakan kekerasan terhadap dirinya sendiri dengan tujuan agar sang idola mengingat dirinya.
  • Halusinasi, yaitu merasa bahwa dia melihat, mendengar suara bahkan merasakan kehadiran sang idola ada di dekatnya.
  • Werther Effect, yaitu meniru tindakan bunuh diri seseorang yang dianggap sebagai idolanya. Hal ini dilakukan karena dia merasakan “penderitaan” yang dialami oleh sang idola sehingga ingin menunjukkan kesetiaannya dengan melakukan hal yang sama.

Terus bagaimana kalau saya sudah terlanjur kecanduan dengan K-POP?

Bagi yang belum terlanjur kecanduan. Isi waktu luang kalian dengan kesibukan yang bermanfaat misalnya melakukan hobi kalian (seperti: memasak, main musik, ambil ekskul basket, menari, dsb).

Bagi yang sudah kecanduan. Segera konsultasikan kondisi anda kepada ahli kejiwaan seperti psikolog atau psikiater agar mendapatkan penanganan yang tepat.

Bagi yang sudah lebih baik kondisinya. Kalian jangan mencoba untuk mendekati hal-hal yang berbau K-POP lagi yaa. Boleh sih sebenarnya, tapi alangkah baiknya antisipasi saja supaya kalian ngga kecanduan K-POP lagi yaa..

Sekian ulasan dari saya… semoga bermanfaat buat kalian semua yaa gaes…

Oleh : Dra. Nani Kartikaningsih, Psi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TELEPHONE