Pusing anakku kecanduan Gawai
Anda pasti tidak asing kan sama yang namanya gadged ? Iya gadged atau sekarang lebih dikenal dengan sebutan Gawai merupakan hasil perkembangan teknologi yang diciptakan dalam bentuk perangkat kecil diantaranya ponsel pintar seperti Iphone dan blackberry, serta netbook (perpaduan internet dan notebook) dengan berbagai aplikasi yang dapat meyajikan berbagai berita, jejaring sosial, hobi, maupun hiburan. Gawai itu sendiri tidak hanya sebatas Iphone atau blackberry saja melainkan ada banyak jenis gawai, seperti: Mobile Phone, Komputer/Internet, Ponsel Pintar, dan Internet.
Sebenarnya dari beberapa jenis contoh gawai yang telah disebutkan diatas memiliki fungsi yang sama kok yaitu (1) Sebagai media untuk mendapatkan informasi dalam berita secara online; (2) Kita bisa lebih mudah untuk ngobrol dengan pacar, saudara, teman-teman atau yang lain melalui akun-akun media sosial (seperti: whatsapp, instagram, twitter, dsb); (3) Apabila Anda memiliki hobi belanja maupun berjualan, Anda dapat lebih mudah mengakses barang-barang yang ingin dibeli atau dijual melalui online shop; (4) Untuk pecinta game, Anda tidak perlu capek-capek pergi ke warnet lagi karena di ponsel Anda juga sudah dapat mendownload game online di aplikasi Playstore atau Appstore; dan masih ada banyak lagi manfaatnya.
Meskipun gawai memiliki banyak manfaat yang dapat menguntungkan penggunanya, Anda jangan terus terlena dengan itu semua yaa.. terutama untuk para orang tua yang memiliki anak di bawah umur. Jika Anda ingin memberikan fasilitas Handphone/Komputer atau sejenisnya yg berkaitan dengan gawai maka lebih baik Anda sebagai orang tua juga mengatur dan mengawasi anak dalam penggunaan gawai tersebut. Oo iya, apabila Anda ingin memberikan fasilitas tersebut maka Anda juga harus melihat usia anak Anda juga ya. Sebaiknya berikan gawai tersebut pada anak yang sudah duduk di bangku sekolah menengah, karena jika Anda memberikan gawai kepada anak di bawah umur akan ada banyak dampak buruk yang akan ditimbulkan dari gawai tersebut (contohnya: kerusakan otak yang dapat berdampak pada perkembangan selanjutnya).
Salah satu dampak yang nyata karena gawai adalah kecanduan gawai. Nah, kecanduan itu sendiri dapat diartikan sebagai suatu kondisi dimana individu merasakan ketergantungan terhadap suatu hal yang disenangi pada berbagai kesempatan yang ada akibat kurangnya kontrol terhadap perilaku sehingga merasa terhukum apabila tidak memenuhi hasrat dan kebiasaannya. Sehingga kecanduan gadget dapat diartikan seperti di atas dengan gadget sebagai obyek yang disenangi. Beberapa faktor penyebab kecanduan telepon genggam yaitu (1) Faktor Internal, menggambarkan karakteristik individu seperti: sensation seeking yang tinggi akan cenderung lebih mudah mengalami kebosanan dalam melakukan aktivitas yang sifatnya rutin, menilai diri sendiri rendah dan cenderung merasa tidak aman saat berinteraksi langsung dengan orang disekitarnya, tidak dapat mengontrol diri seperti tidak dapat jauh dari gawai; (2) Faktor Situasional, penggunaan telepon genggam sebagai sarana membuat individu merasa nyaman secara psikologis ketika menghadapi situasi yang tidak nyaman, seperti pada saat stres, mengalami kesedihan, merasa kesepian; (3) Faktor Sosial, sebagai sarana berinteraksi dan menjaga kontak dengan orang lain; dan (4) Faktor Eksternal, tingginya paparan media tentang telepon genggam dan berbagai fasilitasnya. Adapun aspek-aspek kecanduan antara lain perilaku kompulsif, adanya ketergantungan, dan kurangnya kontrol. Seorang pecandu tidak dapat mengontrol diri sehingga mengabaikan kegiatan lainnya. Umumnya, pecandu asik sehingga lupa waktu, sekolah, pekerjaan, lingkungan sekitarnya, dan kewajiban lain.
Pengaruh paparan layar gadget untuk jangka panjang dapat mengubah sirkuit otak, seperti yang terjadi pada pecandu alkohol.Yang perlu Anda ketahui, kecanduan sebenarnya tidak hanya terhadap zat saja, akan tetapi juga akibat dari aktivitas tertentu yang dilakukan secara berulang-ulang dan akhirnya menimbulkan dampak negatif pada diri kita. Dampak dari kecanduan gawai antara lain: (1) Masalah pada mata, seperti: mata lelah, mata kering, dan penglihatan terganggu; (2) Nyeri dibagian tubuh tertentu, seperti: sakit leher, nyeri bahu, serta nyeri pada jari-jari dan pergelangan tangan; (3) Infeksi, layar gadget adalah sarangnya jutaan kuman. Bahkan ada riset yang menyatakan bahwa kuman E.coli penyebab diare paling banyak ditemukan pada gadget. Hal ini membuat orang yang sering bersentuhan dengan gadget lebih berisiko terkena infeksi; (4) Kurang tidur, bisa meningkatkan risiko terjadinya obesitas, diabetes, penyakit jantung, bahkan infertilitas; (5) Menjadi lebih mudah marah dan panik; (6) Stress; (7) Merasa kesepian karena tidak ada interaksi dengan orang sekitar; (8) Susah berkonsentrasi saat belajar atau bekerja; (9) Ada masalah dalam hubungan dengan keluarga/teman/rekan kerja maupun pasangan.
Apa yang harus dilakukan apabila seseorang mengalami kecanduan gawai? Yang wajib dilakukan oleh penderita jika ingin menghilangkan kecanduannya terhadap gawai yaitu (1) Tidak menggunakan gadget ketika sedang berjalan, apalagi saat mengoperasikan kendaraan bermotor. Hal ini dapat membahayakan diri sendiri dan orang lain. Tepikan kendaraan dan berhentilah sejenak jika Anda merasa ada notifikasi penting; (2) Atur dan batasi waktu penggunaan gadget, misalnya maksimal dua atau tiga jam sehari. Jika pekerjaan mengharuskan Anda untuk menggunakan gadget, maka cobalah cari aktifitas lain yang tidak mengunakan gadget setelah selesai bekerja; (3) Tidak menggunakan gadget ketika sedang makan bersama atau saat acara keluarga. Utamakan bentuk komunikasi secara langsung agar Anda dan keluarga dapat menikmati kebersamaan dan tetap menjalin kedekatan; (4) Tentukan area bebas gadget, misalnya tidak menggunakan gadget ketika berada di kamar mandi, dapur, atau kamar tidur; (5) Ganti waktu penggunaan gadget dengan aktivitas yang lebih sehat, misalnya berolahraga atau membaca buku; dan (6) Jangan bermain gadget ketika akan tidur.
Dra. Nani Kartikaningsih, Psi
