KURANG PERCAYA DIRI
Assalamu’alaikum ibu Nani, saya ingin menceritakan gejolak yang saya rasakan, dan harapan saya semoga dapat memberi kelapangan bagi saya. Saya yang baru menginjak dunia perkuliahan, betapa senangnya hatiku ketika bisa berkuliah seperti teman-teman yang lain seakan-akan sudah terbayang jelas apa yang akan menjadi masa depan saya. Wajarnya seorang mahasiswa pastinya banyak teman-teman baru yang harus aku kenal termasuk teman-teman yang sering duduk di sekitar bangku kuliahku ataupun teman kelompokku.
Namun ketika saya menemukan teman baru itu, entah kenapa saya justru merasa minder, bahkan saya selalu merasa kurang dari yang lain, tak punya kelebihan seperti yang dimiliki teman-teman yang lain, dan rasa itu membuat saya jadi salah tingkah, banyak kesalahan dan semakin terkesan terpuruk. Dengan kondisi ini saya menjadi tidak nyaman dan itu juga berpengaruh pada perkuliahan saya. Maka menurut pandangan ibu, wajarkah hal yang saya alami ini ? Dan apa motivasi dari ibu agar saya lebih bisa tampil percaya diri, terima kasih. 0857252XXXXX
Jawaban :
Ananda, masalah demikian memang wajar terjadi saat awal masa perubahan status pendidikan. Penyesuaian diri yang matang sangat diperlukan dalam masa-masa tersebut. Setiap individu memiliki pola penyesuaian yang khas terhadap setiap situasi dan kondisi serta lingkungan yang dihadapinya. Bagaimana individu menyesuaikan diri di lingkungan rumah dan keluarganya, di sekolahnya, bagaimana individu dapat menyesuaikan diri dengan dirinya sendiri, serta cara menyesuaikan diri dengan lingkungan sosialnya menentukan perilaku dari individu tesebut. Bahwa individu yang memiliki penyesuaian diri yang baik (well adjustment person) adalah mereka dengan segala keterbatasannya, kemampuannya serta kepribadiannya telah belajar untuk bereaksi terhadap diri sendiri dan lingkungannya dengan cara efisien, matang, bermanfaat, dan memuaskan. Rasa minder dan rasa kurang percaya diri dalam pergaulan sebaiknya tidak dijadikan suatu halangan untuk bergaul. Setiap individu memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Jadikan kekurangan Ananda sebagai kelebihan. Sebaiknya Ananda tidak selalu melihat kelebihan orang lain sebagai “momok” yang menakutkan, namun sebaliknya jadikan sebagai motivasi untuk lebih baik dari orang lain. Demikian semoga bermanfaat bagi ananda. Wassalammualaikum…
Dijawab oleh : Dra. Nani Kartikaningsih, Psi
