EGO ISTRI TINGGI & KASAR
Hallo, Saya seorang suami dari 3 orang anak, sekarang sudah 8 tahun usia perkawinan kami. to the point ke permasalahan, dari pertama pernikahan memasuki usia 3 bulan, saya sudah pesimis untuk bisa bertahan lama. Tabiat istri yang “kasar”, suka membantah, suka marah2 ke anak dan EGO yang terlalu tinggi. membuat kami susah untuk berkomunikasi secara baik2. bertahun2 saya hadapi dan jalani dengan mengalah dan mengalah. Ada beberapa point penting disini. Pada saat rejeki semua lancar, pernah suatu ketika saya serahkan penghasilan bln lalu sekitas 20 jutaan, pada minggu ketiga istri mengatakan uang belanja habis dan saya sangat marah sekali. dengan menanyakan untuk apa saja pengeluaran begitu besar ? Berulang kali kejadian ini terjadi dengan jawaban yang sama tanpa ada penjelasan yang memuaskan. Untuk makan dan jajan anak2, “kami hidup di kota kecil”. Pada suatu ketika kondisi keuangan saya (pendapatan) menurun bahkan minus. dan istri meminta uang belanja, saya beri walaupun tidak sesuai dengan permintaan. Disini istri ngambek karena keinginannya tidak terpenuhi, sampe berhari2 istilah orang jawa “prengat prengut” tanpa ada pengertian walaupun sudah di bicarakan / komunikasi. Hal ini terjadi tidak cuman sekali dua kali sampai2 saya pribadi berpikir untuk mengakhiri hubungan. Bertahun2 saya coba pertahanakan mengakhiri hubungan ini. Apakah keputusan saya tepat ? karena saya merasa cuman jadi “sapi perah” saja, tidak ada komunikasi yang baik ? Saya sudah coba berkonsultasi dengan orang tua pihak istri, dan jawaban mereka “menyalahkan” saya. saya rasa ini puncak dari kesabaran saya. Have no idea. 0856471XXXXX
Jawaban :
Kehidupan rumah tangga pasangan suami istri memang sangat didambakan bagi setiap insan, bagaimanapun mereka tetap menginginkan kehidupan rumah tangga yang damai tentram dan sejahtera. Kesejahteraan dari berumah tangga dapat didorong dengan berbagai faktor seperti halnya memiliki anak yang nurut dengan orang tuanya, memiliki penghasilan yang mencukupi.
Anda dan pasangan jangan pernah melupakan bahwa anda berdua telah berkomitmen sejak saling memilih sebagai pasangan yang akan mendampingi sisa hidup. Untuk itulah pastinya anda pun telah siap untuk menanggung semua resiko yang akan terjadi dalam perjalanan hidup yang anda berdua jalani.
Terjadinya pertentangan antara suami dan istri dalam sebuah hubungan rumah tangga yang akan menyebabkan perpecahan sebenarnya merupakan hal yang wajar. Namun meskipun begitu tidak lantas menyebabkan hubungan menjadi benar-benar hancur. Meskipun pada saat itu hubungan anda dan pasangan berada diambang kehancuran, banyak sekali cara yang ditempuh oleh pasangan suami istri untuk mempertahankan hubungan pernikahan, dan banyak pula mengambil jalan pintas. Namun alangkah baiknya jika anda bisa mengambil cara yang terbaik dibandingkan dengan mengambil jalan pintas.
Dijawab oleh : Dra. Nani Kartikaningsih, Psi
