KECANDUAN K-POP
Black Pink, EXO, BTS, Super Junior, BIGBANG… Kenal?? Iya kenal dong itu kan termasuk dalam deretan K-POP. Kalian (penggemar) K-POP sudah pasti kenal bahkan paham betul dengan nama-nama boyband dan girlband itu. Kehadiran dari K-POP juga sudah menjalar dan merajai dunia musik di kawasan Asia terutama di Indonesia, mayoritas penggemarnya adalah remaja yang masih berstatus pelajar. Mereka cenderung lebih memilih dan menyukai K-POP Idol dari kebudayaan negeri Ginseng itu daripada memilih kebudayaan di negara sendiri. Tidak cukup hanya menyukainya saja, bagi yang sudah kecanduan dengan K-POP bukan hanya tahu nama lengkap dari anggota boyband atau girlband itu saja, mereka juga paham betul dengan tanggal lahir, makanan kesukaannya, bahkan jadwal konser hingga pernak-pernik exclusive yang belum dijual di pasaran pun kalian tahu bukan. Hmmm… ada juga yang meniru perilaku, cara bicara, dan bahkan meniru gaya berpakaian artis idolanya.
Buat adik-adikku semua, kalian boleh kok punya idola, tapi juga perlu diingat segala sesuatu yang berlebihan itu tidak baik. Menyukai idola atau apapun itu secukupnya saja. kebanyakan makan yang manis-manis saja bisa kena diabetes kan hmmm?. Kalian mau kalo lama-lama kecanduan trus harus di rawat di RS? Pastinya ngga mau kan…
Kalo gitu ngga boleh ya suka bahkan cinta mati deh sama K-POP?
Gini saja, batasi kecintaanmu terhadap K-POP itu. Membatasi bukan berarti kalian tidak diperbolehkan untuk menyukai budaya asing seperti misalnya kebudayaan dari Korea itu, tapi lebih baik kalau kalian bisa menyelektif dan mengetahui dampaknya bagi diri kalian. Dan lebih baiknya lagi, kalau kalian tetap melestarikan kebudayaan dalam negeri daripada kebudayaan luar negeri.
Lalu, apa dampaknya bagi diri kita? Dampak dari K-POP itu ada dua, positif dan negatif.
Dampak positifnya itu:
Dampak negatifnya itu:
Terus bagaimana kalau saya sudah terlanjur kecanduan dengan K-POP?
Bagi yang belum terlanjur kecanduan. Isi waktu luang kalian dengan kesibukan yang bermanfaat misalnya melakukan hobi kalian (seperti: memasak, main musik, ambil ekskul basket, menari, dsb).
Bagi yang sudah kecanduan. Segera konsultasikan kondisi anda kepada ahli kejiwaan seperti psikolog atau psikiater agar mendapatkan penanganan yang tepat.
Bagi yang sudah lebih baik kondisinya. Kalian jangan mencoba untuk mendekati hal-hal yang berbau K-POP lagi yaa. Boleh sih sebenarnya, tapi alangkah baiknya antisipasi saja supaya kalian ngga kecanduan K-POP lagi yaa..
Sekian ulasan dari saya… semoga bermanfaat buat kalian semua yaa gaes…
Oleh : Dra. Nani Kartikaningsih, Psi.
