SULIT MOVE ON
Assalammualikum, permisi perkenalaan nama saya dwi….. biasa dipanggil putri, saya mau konsultasi dok, saya punya masalah pribadi baru berapa bulan ini saya putus dari pacar saya hampir 2 tahun ini kami menjalani hubungan yang sama-sama sudah ada restu dari orang tua, awal pacaran sampai terakhir kami tidak pernah punya masalah yang berarti dan biasanya pun jika ada masalah kami bicara baik- baik namun kali ini dia memutuskan saya tanpa alasan yang jelas, sampai akhirnya dia memberitau jika sudah mencintai orang lain, tapi saya pun menghargai keputusan dan pilihanya saya berusaha untuk tidak menjadi penghalang namun saya juga tidak mau terjebak dalam kondisi kacau yang berlarut- larut , jujur saya agak sedikit kaget, yang jadi permasalahan bagaimana cara saya bisa move on karna saya sudah mencoba semua tips yang ada di internet maupun saran dari orang tapi belum ada yang berhasil, padahal saya sendiri sudah capek jika masih terfikir masalah ini saya jadi sulit untuk fokus kedepan, mohon bantuan agar saya bisa segera move on jika niat sudah ada namun tetap masih sulit.
Jawaban :
Waalaikumsalam ananda yang tercinta, Putus cinta juga dianggap sebagai hal yang wajar oleh kebanyakan orang, karena menurut mereka, putus cinta merupakan proses dari pendewasaan. Banyak yang beranggapan bahwa putus cinta merupakan hal yang sangat menyakitkan, entah bagi pasangan telah menjalin hubungan yang lama ataupun singkat. Putus cinta juga merupakan proses bagaimana kita bisa menjadi individu yang lebih baik dan lebih berhati-hati dalam mencari pasangan. Putus cinta mungkin memang menyakitkan, namun dibalik kejadian tersebut, terdapat proses bagaimana menjadi individu yang lebih baik dan lebih dewasa dalam menghadapi berbagai masalah. Ketika mengalami putus cinta, tentu saja kita harus dapat tetap maju kedepan, atau lebih dikenal dengan istilah move on. Move on merupakan suatu ungkapan yang sering digunakan oleh remaja, yang diartikan sebagai “melangkah untuk melupakan kejadian yang sudah berlalu”.
Dijawab oleh : Dra. Nani Kartikaningsih, Psi
