KONSULTASI PSIKOLOGIS | Edisi Maret 2018

KONSULTASI PSIKOLOGIS | Edisi Februari 2018
Februari 28, 2018
KONSULTASI PSIKOLOGIS | Edisi Maret 2018
Maret 31, 2018

MELUKAI DIRI SENDIRI (SELF HARM)

Assalamu’alaikum. saya gadis berusia 16 tahun yang tidak bisa saya sebutkan siapa di sini. jika diperkenankan, saya ingin mengekspresikan diri. 4 tahun lalu, merupakan awal depresi saya, saat itu juga merupakan pertama kalinya saya melakukan self-harm, entah kenapa tapi saya merasa lelah. saya lelah sama permasalahan hidup. Beberapa tahun sebelumnya, orang tua saya sering kali bersikap keras, mungkin karena kesalahan saya, tapi bukan tindakan hal seperti itu yang saya inginkan, bahkan mereka mengeluarkan kata-kata yang menurut saya menyakiti hati, saya pernah mengutarakan hal tersebut tapi mereka menganggap kalo saya berlebihan. Hingga akhirnya saya memutuskan untuk bersikap tidak peduli, karena saya seringkali mendengar bahwa jika kita bersikap seperti yang saya katakan sebelumnya, rasa sakit hati dapat dihindari. beberapa tahun setelahnya, saya merasa hidup saya semakin berat, mulai dari kehilangan teman-teman terbaik, percintaan, bahkan sekarang saya merasa bahwa saya kehilangan motivasi hidup. Sebuah kalimat yang paling saya ingat dari mama saya adalah menyatakan bahwa saya tidak punya hati. Saya bingung, saya harus apa. seolah-olah semua yang saya lakuin salah. dan sekarang, hal ini kembali terjadi lagi, papa saya mengatakan bahwa sama memiliki mental tempe, bahkan mempermalukan beliau. saya harus gimana? saya mau pulang, berkali-kali saya bilang ke tuhan bahwa saya mau pulang tapi saya sayang mereka. seringkali saya ingin kabur dari rumah tapi saya ngga mau menambah beban mereka, saya ngga mau mereka khawatir. Beberapa kali ini juga saya menahan diri untuk menyakiti diri sendiri, saya gamau mempermalukan mereka. tapi saya capek. saya capek sama diri saya. setiap saya merasa senang, beberapa saat kemudian saya merasa ingin menangis. dan itu berkepanjangan. saya selalu diam. saya ngga mau orang tua saya tau dan malah menambah beban mereka. mungkin benar, bahwa life isn\’t for everyone. wassalam.

Jawaban :

Assalamualaikum ananda yang tercinta, dalam kehidupan sehari-hari banyak hal yang membuat kita kadang merasa senang, sedih hingga tertekan. Ada beberapa cara yang dilakukan untuk dapat terhindar dari rasa tertekan. Bagi beberapa orang, sengaja melukai diri sendiri dengan benda tajam, sengaja tidak makan, menggaruk hingga mencakar kulit, atau bahkan membenturkan kepala adalah cara mereka untuk mengalihkan pikiran dari hal-hal yang membuat mereka stres berat atau trauma. Bagi yang lainnya, menyakiti diri sendiri merupakan cara mereka untuk menghukum dirinya atas kesalahan yang ia rasa pernah perbuat. Meskipun beberapa orang sadar bahwa tindakan ini berbahaya dan salah, masih banyak juga yang tidak menyadari bahwa melukai diri sendiri bukanlah cara terbaik untuk mengelola emosi maupun trauma yang dimiliki.

Sebenarnya tidak ada cara yang pasti untuk mencegah perilaku menyakiti diri sendiri. Namun, berikut adalah beberapa hal yang bisa Ananda lakukan untuk mengalihkan hasrat merugikan tersebut :

  1. Lebih mendekatkan diri pada Tuhan Yang Maha Esa
  2. Bersihkan lingkungan dari benda-benda yang bisa melukai
  3. Tuliskan keluh kesah Anda ( menuangkan semua emosi dan pikiran yang anda rasakan hingga membuat anada tertekan didalam sebuah tulisan atau dairy maupun artikel/blog)
  4. Olahraga (mengalihkan emosi dengan kegiatan fisik dapat membantu pikiran menjadi tenang dan menyehatkan tubuh)
  5. Mencari hobi baru yang mungkin bisa membantu anda untuk tetap semangat dan mengalihkan rasa kecewa atau stres anda.
  6. Tetap memiliki motivasi untuk menjadi pribadi yang lebih baik dan untuk meraih cita-cita yang ananda inginkan dimasa depan.
  7. Tetap menjalin komunikasi dengan lingkungan sekitar (sosialisasi)
  8. Berdiskusi dengan orang yang lebih berpengalaman, jadi anda dituntut untuk melibatkan orang ketiga dalam kehidupan anda, anda bisa meminta bantuan dan berdiskusi dengan orang yang lebih berpengalaman dalam masalah yang anda alami, seperti Psikolog.

Dijawab oleh : Dra. Nani Kartikaningsih, Psi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TELEPHONE